Strategi Pemberdayaan Pemuda Desa Melalui Komunitas Laboratorium Dusun di Gunungkidul

Authors

  • Ewi Darman Ndraha Universitas Negeri Yogyakarta
  • Muhammad Ihya Ulumuddin Universitas Negeri Yogyakarta
  • Arsen Lawolo UNIVERSITAS NIAS

Keywords:

Pemberdayaan Pemuda, Komunitas Desa, Potensi Lokal

Abstract

This study was motivated by the phenomenon of rural youth urbanization, which has led to a decline in productive labor and weakened the social and economic sustainability of rural communities. The purpose of this study was to analyze the strategies for empowering rural youth implemented by the Lab Sedusun Community in Dusun Petir, Rongkop District, Gunungkidul Regency. The study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The research informants consisted of the community managers, namely Mas Sri Tusilah (Mas ST) and Mbak Ida. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that Lab Sedusun implemented youth empowerment strategies through several main programs, namely the Bedidhing Festival as a youth creativity space based on local assets, Tour de Ngalas as an educational tourism program based on the daily life experiences of rural communities, research collaboration with universities to strengthen community capacity, a strategy of reinforcing existing local institutions, collaboration with external parties to address community needs, and the creation of local products based on agricultural resources. These strategies contributed to increased youth participation, greater community self-confidence, expanded local economic opportunities, and stronger awareness that villages possess significant potential for development.

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena urbanisasi pemuda desa yang menyebabkan berkurangnya tenaga produktif serta melemahnya keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan pemuda desa yang dilakukan oleh Komunitas Lab Sedusun di Dusun Petir, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengelola komunitas, yaitu Mas Sri Tusilah (Mas ST) dan Mbak Ida. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lab Sedusun menerapkan strategi pemberdayaan pemuda melalui beberapa program utama, yaitu Festival Bedidhing sebagai ruang kreativitas pemuda berbasis aset lokal, Tour de Ngalas sebagai wisata edukatif berbasis pengalaman hidup masyarakat desa, kerja sama penelitian dengan universitas sebagai penguatan kapasitas masyarakat, strategi meneruskan kelembagaan lokal yang telah ada, kolaborasi dengan pihak luar untuk menjawab kebutuhan masyarakat, serta penciptaan produk lokal berbasis hasil pertanian. Strategi tersebut berdampak pada meningkatnya partisipasi pemuda, tumbuhnya rasa percaya diri masyarakat, terbukanya peluang ekonomi lokal, serta meningkatnya kesadaran bahwa desa memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Downloads

Published

2026-06-28