Analisis Ketimpangan Pembangunan Antarkabupaten di Provinsi Sulawesi Barat Periode 2015–2024

Authors

  • Rizki Abdillah Tanjung Universitas Sulawesi Barat
  • Sahrul Salam Universitas Sulawesi Barat
  • Sudirman Sudirman Universitas Sulawesi Barat
  • Nurlaela Nurlaela Universitas Sulawesi Barat
  • Astina Astina Universitas Sulawesi Barat

DOI:

https://doi.org/10.37058/wlfr.v7i1.217

Keywords:

Regional Development Disparity, Regional Development, Klassen Typology, Location Quotient

Abstract

This study aims to analyze development disparities among regencies, identify leading economic sectors, classify regional development levels, and examine the factors influencing regional economic development in West Sulawesi Province during the 2015–2024 period. The novelty of this study lies in the integration of multiple analytical approaches, including the measurement of regional development disparities using the Williamson Index and Theil Index, the identification of basic sectors through Location Quotient (LQ), regional classification using the Klassen Typology, and panel data regression analysis within a single regional development framework. This integrated approach provides a more comprehensive understanding of regional development conditions compared to previous studies, which generally employed only one or two analytical methods. The results indicate that development disparities among regencies in West Sulawesi Province fall within the moderate category and show a declining trend throughout the study period. Mamuju Regency is classified as an advanced and rapidly growing region, whereas Mamasa and Central Mamuju Regencies remain relatively underdeveloped. The panel data regression results reveal that the Human Development Index (HDI) has a positive and significant effect on regional economic development, while poverty and capital expenditure do not exhibit significant effects. The LQ analysis shows that the agricultural sector remains the primary basic sector in most regencies. The findings highlight that reducing regional development disparities requires policies that are tailored to regional characteristics, strengthen leading sectors, and enhance the quality of human resources.

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan pembangunan antarkabupaten, mengidentifikasi sektor unggulan wilayah, mengklasifikasikan tingkat perkembangan daerah, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pembangunan ekonomi wilayah di Provinsi Sulawesi Barat periode 2015–2024. Keunikan penelitian ini terletak pada integrasi analisis ketimpangan pembangunan menggunakan Indeks Williamson dan Indeks Theil, identifikasi sektor basis menggunakan Location Quotient (LQ), klasifikasi wilayah melalui Tipologi Klassen, dan analisis regresi data panel dalam satu kerangka analisis pembangunan regional. Keunikan penelitian ini terletak pada penggunaan pendekatan analisis yang terintegrasi keempat pendekatan tersebut memungkinkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kondisi pembangunan regional dibandingkan penelitian terdahulu yang umumnya hanya menggunakan satu atau dua pendekatan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan pembangunan antarkabupaten di Provinsi Sulawesi Barat berada pada kategori sedang dengan kecenderungan menurun selama periode penelitian. Kabupaten Mamuju tergolong wilayah maju dan tumbuh cepat, sedangkan Mamasa dan Mamuju Tengah masih tergolong wilayah tertinggal. Hasil regresi panel menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembangunan ekonomi wilayah, sementara kemiskinan dan belanja modal belum menunjukkan pengaruh signifikan. Analisis LQ menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi sektor basis utama di sebagian besar kabupaten. Penelitian ini menegaskan bahwa pengurangan ketimpangan pembangunan memerlukan kebijakan berbasis karakteristik wilayah, penguatan sektor unggulan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

References

Alfayed, M. F., Andiny, P., Rizal, Y., Safuridar, S., Studi, P., Pembangunan, E., Ekonomi, F., & Bisnis, D. (2025). Pengaruh Belanja Modal , dan Indeks Pembangunan Manusia , Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia.

Andari, Y. (2020). Analysis Of Financial and Income Disparity Between Rural-Urban Areas In Indonesia. Eko-Regional Jurnal Pengembangan Ekonomi Wilayah, 15(1), 12–24. https://doi.org/10.20884/1.erjpe.2020.15.1.1441

Arifin, Z. . (2009). Analisis Perbandingan Perekonomian Pada Empat Koridor Di Propinsi Jawa Timur. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 7(1), 77. https://doi.org/10.22219/jep.v7i1.3585

Arsyanti, R. A., & Nugrahadi, T. (2021). Analisis Konvergensi Ekonomi Pada Level Kawasan Dan Nasional Serta Faktor-Faktor Yang Memengaruhinya. Seminar Nasional Official Statistics, 2020(1), 717–727. https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2020i1.481

Azalia, D. B. (2026). ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI USIA. 03, 20–25.

Azim, A. N., Sutjipto, H., Adi, R., Ginanjar, F., & Sultan. (2022). Pendapat Becker. 2(1), 1–16.

Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Barat. (2025). Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Barat Tahun 2024. https://sulbar.bps.go.id/id/pressrelease/2025/02/05/1279/pertumbuhan-ekonomi-sulawesi-barat-tahun-2024-4-76-persen--c-to-c-.html

Fitriani, F., & Hukmi, A. (2025). Kajian Peran Infrastruktur dalam Pengembangan Ekonomi Wilayah. Economica Insight, 2(1), 43–52. https://doi.org/10.71094/ecoin.v2i1.204

Glasson, J. (1974). An introduction to regional planning; concepts, theory and practice. In Journal Hutchison. Hutchinson Educational. https://books.google.com/books/about/An_Introduction_to_Regional_Planning.html?hl=id&id=NGOIQgAACAAJ

Goschin, Z. (2019). Specialisation Vs Diversification. Which One Better Upholds Regional Resilience to Economic Crises? Journal of Social and Economic Statistics, 8(2), 11–23. https://doi.org/10.2478/jses-2019-0002

Haryana, A. (2026). Komoditas Strategis dan Hilirisasi Pertanian sebagai Pilar Transformasi Ekonomi Indonesia. IX(1), 53–72.

Hendarmin, H. (2019). Dampak Pertumbuhan Ekonomi, Aglomerasi, dan Modal Manusia Terhadap Ketimpangan Pendapatan Antarkabupaten/Kota Di Provinsi Kalimantan Barat. EcceS (Economics, Social, and Development Studies), 6(2), 245. https://doi.org/10.24252/ecc.v6i2.11186

Hidayadi, T., & Niam, A. M. (2022). Analisis Disparitas Ekonomi Wilayah Jabodetaek Pada Masa Pandemi Covid 19. ILTIZAM Journal of Shariah Economics Research, 6(1), 117–130. https://doi.org/10.30631/iltizam.v6i1.1301

Innez Dara Puspita, Asriani Asriani, & Yulistia Devi. (2025). Analisis Pengaruh Aglomerasi Industri, Jumlah Penduduk terhadap Tingkat Disparitas Pendapatan di Sumbagsel dalam Perspektif Ekonomi Islam. Jurnal Manajemen Dan Bisnis Ekonomi, 3(4), 113–130. https://doi.org/10.54066/jmbe-itb.v3i4.3583

Kasus, S., Banda, K., Langsa, K., & Lhokseumawe, K. (2025). Analisis Potensi Sektor Unggulan Diwilayah Provinsi Aceh dengan Menggunakan Metode Location Quotient ( LQ ). September.

Madany, N., & Rais, Z. (2022). Regresi Data Panel dan Aplikasinya dalam Kinerja Keuangan terhadap Pertumbuhan Laba Perusahaan Idx Lq45 Bursa Efek Indonesia. 4(2), 79–94. https://doi.org/10.35580/variansiunm28

Maharani, A. (2025). Analisis Kesejahteraan dan Ketimpangan Pendapatan ( Gini Ratio ) Terhadap Tingkat Pengangguran di Kepulauan Bangka Belitung. 10(1), 514–526.

Mallarangang, I. (2018). Analisis Ketimpangan Pembangunan Sektor di Provinsi Sulawesi Selatan pada Tahun 2011-2015. Jurnal Kritis, II(1), 1–38.

Manik, T. P., Syaputra, I., & Dalimunthe, M. B. (2023). Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Medan. 13(1), 1–10.

McCann, P. (2022). Place-based policy and regional development. Regional Studies, 56(1), 1–15. https://doi.org/10.1080/00343404.2021.1908384

Raafi’i, A., Hakim, D. B., & Putri, E. I. K. (2018). Ketimpangan Pembangunan Antarwilayah Pengembangan di Provinsi Papua Barat [Inequality of Development Between Regions of Development in West Papua Province]. Journal of Regional and Rural Development Planning, 2(3), 244.

Saskia, S. M. (2026). Peran Instrumen Fiskal dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Ketimpangan Pendapatan Kabupaten / Kota di Jawa Barat. 5(1), 8195–8203.

Sinaga, R., Simanullang, T., Tampubolon, C., Hutasoit, B., & Perwira, D. (2025). Pengaruh Potensi Sumber Daya Alam dan Indeks Pertumbuhan Manusia ( IPM ) Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Palangkaraya. 5(2020), 10269–10281.

Susilowati, & Putri, K. A. S. (2024). Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Strategi Pembangunan Ekonomi Daerah. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(1), 257–261.

Syafrizal. (2008). Ekonomi regional: Teori dan aplikasi. Baduose Media.

Tommy Firman. (2015). No TiDemographic Patterns of Indonesia’s Urbanization, 2000–2010: Continuity and Change at the Macro Leveltle. Demographic Transformation and Socio-Economic Development, 5. https://doi.org/10.1007/978-3-319-24783-0_16

Vidriza, U., Ghania, S., & Khatimah, K. (2026). Pemetaan Keterkaitan Spasial dan Interaksi Wilayah sebagai Dasar Penataan Pusat Pertumbuhan di Kabupaten Bogor Mapping Spatial Linkages and Regional Interactions as the Basis for Structuring Growth Centers in Bogor Regency. 8(1), 51–61.

Yusuf, R. F., Hidayat, S., Rohman, A. F., Rizqiyanto, N., & Yusuf, M. R. (2025). Implikasi Pengelolaan Kawasan Aglomerasi dalam Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta terhadap Pelaksanaan Desentralisasi dan Otonomi Daerah. Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan Dan Politik Islam, 4(2), 329–358. https://doi.org/10.14421/455xj860

Zaman, M. Q. (2024). Jurnal Ekonomi-Qu TERHADAP EKONOMI REGIONAL DI. 2(2), 42–48.

Downloads

Published

2026-05-16

How to Cite

Tanjung, R. A., Salam, S., Sudirman, S., Nurlaela, N., & Astina, A. (2026). Analisis Ketimpangan Pembangunan Antarkabupaten di Provinsi Sulawesi Barat Periode 2015–2024. WELFARE: Jurnal Ilmu Ekonomi , 7(1), 56–72. https://doi.org/10.37058/wlfr.v7i1.217

Issue

Section

Articles

Categories